Daftar Online
PENDAFTARAN
Statistik

Total Hits : 106225
Pengunjung : 31797
Hari ini : 23
Hits hari ini : 75

Agenda
17 August 2018
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8

Amaliyah al-Tadris: Menanam Ruh Seorang Pendidik

Tanggal : 03/18/2018, 20:32:51, dibaca 301 kali.

 


Pendidikan dan pengajaran adalah dua elemen mendasar Pondok Modern Assalam. Oleh sebab itu salah satu orientasi utamanya mencetak serta menanamkan jiwa atau ruh seorang pendidik dan pengajar. Usaha untuk mencapai hal tersebut diwujudkan dengan adanya program tahunan yang diselenggarakan khusus santri kelas akhir Tarbiyatul Muallimat al-Islamiyyah (TMI). Karenanya seorang santri yang tidak sampai pada tingkat akhir TMI tidak akan pernah mendapat pembekalan ini.


Secara filosofis Amaliyah Tadris berangkat dari adagium bahwa ruh al-Mudarris aham min mudarris nafsih, bahwa jiwa seorang pendidik lebih penting daripada pendidik itu sendiri. Adapun secara struktural ini adalah sunnah Pondok Modern Darussalam Gontor yang sudah seharusnya diikuti oleh Pondok Alumninya, dan itu adalah Pondok Modern Assalam. Adapun dilihat dari aspek fungsional maka tidak bisa diragukan lagi bahwa Alumni Pondok Modern Assalam – walaupun tidak semua kemudian berprofesi sebagai guru – memiliki jiwa seorang Pendidik.


Tahun pembelajaran 2017/2018 ini, Alhamdulillah, ‘Amaliyyah Tadris telah dilaksanakan dengan diketuai oleh Ust. Abdul Majid, S.Pd.I. Dalam laporannya terhadap Pimpinan yang disaksikan oleh musyrif (pembibing) dan juga peserta (santri kelas akhir TMI) beliau mengatakan, “Bahwa Amaliyah al-Tadris adalah manifestasi kemampuan bahasa, materi pengajaran, serta mental seorang santri”. Dalam hal ini Pimpinan Pondok Modern Assalam menambahkan, “Do’a adalah segala sesuatu yang akan menyempurnakan menifestasi tersebut – dalam Amaliyah al-Tadris”.


Alhasil, dengan jumlah peserta yang mencapai 60 orang santri dan bimbingan 18 Asatidzah/Ustadzah yang menjadi Pembimbing, dinyatakan oleh Ketua bahwa semua peserta lulus dari kegiatan ini. Pimpinan pun di akhir Pesan dan Evaluasinya mengatakan bahwa pada faktanya program Amaliyah al-Tadris ini adalah hubungan timbal balik yang positif serta pembelajaran bukan hanya bagi santri tetapi juga para asatidzah dan ustadzah. Oleh sebab itu adanya program ini selain merupakan pembeda dari kurikulum Madrasah Aliyah (MA) ataupun sederajat tetapi juga merupakan ajang cermin diri upaya peningkatan kualitas santri dan juga asatidzah dan ustadzah.


 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas